Kopi Dingin

Tak ada gelas kedua
cukup satu teman setia
Kopi
dingin lebih bisa dinikmati
Hitam, memaksa perut bergemuruh
lalu, ke kamar mandi
lagi-lagi
Aku tak mencari kafein
Seteguk cukup sudah
penghilang lelah
Warung kopi sejatinya tempat bercengkrama
Berbagi cerita
entah cinta
pun kadang cara kerja semesta
Bahkan, rindu sesekali duduk di sudut
Pada lelaki yang menatap kopi
lamat-lamat
Atau senyum misterius
sebab menyesap
Tak ada gelas kedua
cukup satu
kopi dingin malam ini
Aku hanya ingin terjaga
dini hari
tak sampai pagi.

Pamulang, Agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *