Tentang Dua Lelaki

Lelaki Pukul Satu

Matanya tak lelah menatap layar.
Sedari pagi ia sudah berteman setia membuat gambar.
Katanya, belakangan hari otaknya bekerja terlalu giat.
Padahal ia tidak minum obat kuat.
Jumat telah lewat, sabtu tetap tak bisa istirahat.
Ia menyortir beberapa kertas, cerita kecil yang cukup pantas.
Tapi meragu sudah menjadi satu dalam tubuh.
Beberapa kali ia berpura-pura, agar orang lain menjadi suka.
Dan kebodohan itu akhirnya ia sadari, pada pukul satu dini hari.
Matanya terus menatap layar.
Belajar, agar tak lagi ditipu oleh kebodohan.

Pamulang, Juli 2017

 

Lelaki yang Menaruh Kepalanya

Menjelang dini hari
Gaduh di kepala membuat pusing
Lelah, mata tetap terjaga, hitam disekitarnya
Ingin bermimpi, yang indah-indah, bahkan basah
Tapi gaung menyesaki rongga
Pukul dua, lelaki itu terbangun
Berdiri di sisi ranjang
Melaju, menuju dapur
Dibuka pintu kotak pendingin
Lelaki itu tersenyum, pikiran dingin menenangkan
“Semoga aku bisa bermimpi,” katanya.

Pamulang, Agustus 2017