Merindumu, Tak Mudah

Apa aku selalu beralasan?
Pikirku berulang kali
Barangkali dua bulan,
bahkan lebih,
kita tak berada dalam ruang yang sama,
bertatap muka
Aku mengingat,
terakhir kali kita pergi ke Kota Tua
Apa benar?
Jika salah, sebaiknya kau marah
Agar ada kepercayaan bahwa kita benar benar kita.

Barangkali benar,
aku terlalu banyak beralasan
Tentang keuangan yang lagi goyah
Tentang keadaan yang tak mudah
Tentang waktu yang tak membuat kita searah
dan,
Tentang kita yang selalu mengalah,
bahkan merasa kalah.

Aku terlalu banyak beralasan
Aku tahu benar,
bahwa kau kekasih yang penyabar
Lalu, aku dengan bodohnya membuatmu kecewa suatu kali,
kala aku terjebak dalam kebencianku terhadap diri sendiri
Kau merindu lebih banyak,
hidupku menjadi lebih layak
Tapi merindumu, tak mudah,
aku membantah.

Pamulang, Oktober 2017